Cara Jitu Stop Kecanduan Belanja Online

Cara Jitu Stop Kecanduan Belanja Online

Cara Jitu Setop Kecanduan Belanja Online yang Bisa Selamatkan Kantong

Cara Jitu Stop Kecanduan Belanja Online – Dengan semakin banyaknya situs e-commerce, pelelangan online, dan fasilitas kredit tanpa kartu membuat banyak orang semakin mudah mengeluarkan uang untuk berbelanja. Berbagai fasilitas dan kemudahan yang ditawarkan tersebut tidak masalah untuk digunakan, jika Anda paham dengan batas wajarnya.

Masyarakat diimbau untuk tidak keluar rumah oleh pemerintah di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB untuk memutus mata rantai COVID-19. Tapi, kegiatan belanja pasti terus berjalan seiring kebutuhan. Alhasil, belanja online menjadi solusi. Meski memiliki banyak keunggulan, jangan sampai kamu terjebak kecanduan belanja online ya.

Kemudahan belanja lewat aplikasi marketplace atau media sosial, memang seringkali bikin banyak orang kena penyakit berbelanja yang kelewat batas alias shopaholic. Dampaknya, keuangan bisa terkuras dan budget bulananmu jadi berantakan.

Apa saja yang perlu diperhatikan? Yuk, simak!

  • Jangan impulsif langsung melakukan transaksi setelah browsing

Kalau memang tidak bisa menahan, ada baiknya kamu menandai saja barang-barang yang kamu suka terlebih dahulu. Masukan ke keranjang belanja atau sekadar tandai sebagai barang incaran yang kamu suka.

Gak masalah, sibuk browsing barang, asalkan tidak impulsif untuk langsung melakukan transaksi. Terkadang, setelah jeda beberapa saat dan dipikir ulang, kita bisa menyesal lho sudah belanja suatu barang.

  • Pikirkan hal-hal lain yang bisa kamu dapatkan dengan budget belanja online tersebut

Bhima Yudistira Ekonom Indef menyebut, ada hitungan ideal berapa yang bisa kamu keluarkan untuk belanja online rata-rata sebulan. Idealnya, tidak lebih dari 20 persen dari penghasilan. Misalnya rata-rata penghasilan kamu Rp3 juta, jadi kamu bisa belanja online sebanyak 20 persen atau Rp600 ribu setiap bulannya.

Meski itu adalah alokasi aman, kamu boleh juga memikirkan untuk mengalihkannya ke hal lain yang lebih bermanfaat untuk keuanganmu di kemudian hari. Jika kamu bisa menahan diri dari belanja online, kamu dapat mengalokasikan uang untuk menabung atau berinvestasi.

Catat perhitungan-perhitungan angka ini, agar kamu tergiur untuk memiliki sisa uang di akhir bulan. Dengan memikirkan ini, bisa tuh membantu kamu teralihkan dari keinginan belanja online sepanjang bulan berjalan.

  • Jangan sering-sering melihat situs belanja online

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan agar kamu bisa menahan keinginan kamu untuk belanja, sebaiknya jangan sering-sering melihat situs belanja online.

“Orang mungkin secara tidak sadar merasa hal itu boleh saja dilakukan, kan uang transportasi dan makan siang ke kantor tidak terpakai, juga hangout dan jalan-jalan tiap akhir pekan juga tidak ada. Jadi berasa ada uang sisa, kompensasinya jadi belaja online,” ujarnya.

Namun, kamu perlu tahan kebiasaan membuka aplikasi atau situs belanja online agar tidak tergoda memborong.

  • Belanja sesuai kebutuhan jangan mudah tergoda promo dan gratis ongkir

Promo memang hal yang sangat menggoda. Rasanya untung banyak dengan melihat harga awal yang diturunkan. Tapi hati-hati, jika kamu tak bisa menahannya justru hal itu bisa membuat kantong kamu bolong karena belanja berlebihan.

Selain diskon, hal berikutnya yang musti diwaspadai adalah godaan gratis ongkos kirim alias ongkir. Sebab, bisa-bisa kamu mengalihkan ongkos itu untuk membeli banyak produk.

Kadang demi diskon dan gratis ongkir, kamu jadi belanja barang-barang yang setelah dipikir-pikir, gak benar-benar kamu butuhkan. Waduh, hati-hati ya!

 

Comments are closed.