Industri Periklanan Harus Beri Kontribusi Positif

Industri Periklanan Harus Beri Kontribusi Positif

Industri Periklanan Harus Beri Kontribusi Positif

Industri Periklanan Harus Beri Kontribusi Positif, – Pandemik mengharuskan banyak perusahaan dari berbagai sektor untuk mengelola pengeluaran mereka seefektif mungkin. Segala upaya dilakukan, termasuk memangkas biaya promosi dalam rangka menjaga “kesehatan” arus kas. Padahal di sisi lain, perubahan anggaran iklan perusahaan-perusahaan dapat berdampak pada keberlangsungan industri periklanan.

Sylvia Sudradjat, Head of Business Development, tak memungkiri adanya tantangan yang kini dihadapi industri periklanan. Namun menurutnya, tetap banyak kesempatan kolaborasi yang dapat dieksplorasi, baik oleh penyedia jasa iklan maupun oleh pengiklan.

Iklan digital, misalnya, yang meskipun bukan tren baru, masih dapat terus dioptimalkan seiring dengan meningkatnya angka adopsi digital. Terlebih lagi, industri periklanan juga diharapkan dapat tetap memberi kontribusi positif bagi masyarakat selama melalui masa pandemik ini.

1. Perubahan pola konsumsi yang berdampak pada bidang periklanan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebijakan pemerintah untuk menekan angka penularan COVID-19 turut memaksa kita untuk tetap tinggal di dalam rumah. Hal ini tentu saja memicu terjadinya perubahan pola konsumsi masyarakat di Indonesia. Generasi X dan Z sebagai generasi yang mendominasi demografi penduduk Indonesia saat ini, misalnya, terbukti masuk ke dalam kategori heavy internet consumers selama pandemik COVID-19.

Sylvia mengatakan, “Pandemik ini membawa perubahan yang signifikan, terutama dalam bidang advertising. Banyak pengiklan yang mulai mempertimbangkan beberapa hal fundamental terkait pergeseran strategi pemasaran mereka. Agar dapat tetap menjangkau audiens mereka, pergeseran tersebut, tentu saja, dilakukan ke arah yang lebih digital. Content creator marketing, misal, digital content marketing, atau online live streaming.”

2. Tetap berkreasi di tengah hantaman pandemik

Bagi Sylvia, tantangan terbesar yang dihadapi oleh industri periklanan adalah ketidakpastian alokasi anggaran dari suatu brand. Fenomena yang terjadi pada tahun ini bisa dibilang unik, di mana data statistik tentang spending habit tidak lagi relevan diaplikasikan. Artinya, bila biasanya perusahaan memiliki anggaran tahunan untuk promosi, pada tahun ini, pengalokasian anggaran tersebut harus dilaksanakan secara fleksibel, menyesuaikan situasi terkini.

Nyatanya, banyak brands yang memangkas biaya promosi mereka guna bertahan di tengah hantaman pandemik. “Pergeseran prioritas inilah yang menjadi tantangan nyata bagi industri periklanan untuk tetap bertahan sembari menciptakan berbagai macam kreasi campaign yang tepat guna. Pada intinya, hal ini dilakukan dalam rangka menjawab kebutuhan para pengiklan,” ucap Sylvia.

3. Adaptasi yang diiringi kreativitas dan kontribusi positif bagi masyarakat

COVID-19 telah berhasil mempercepat proses adaptasi digital di masyarakat. Oleh karenanya, Sylvia meyakini bahwa ada tiga hal yang perlu dilakukan oleh suatu perusahaan untuk tetap menjaga eksistensi mereka, terutama di masa pandemik.

Baginya, kemauan untuk beradaptasi kini memiliki konsep biner: bila tak mau beradaptasi, kita akan tertinggal dan, sebaliknya, jika mau beradaptasi, kita akan terus maju. “Pertama, perusahaan A, misalnya, perlu melakukan perombakan digitalisasi kalau mau bertahan melewati pandemik ini. Kedua, ia juga harus dapat memberi kontribusi positif dan nyata bagi masyarakat. Ketiga, kreativitas dalam membuat ide iklan juga harus diimbangi dengan kata-kata yang kontekstual dan tak menimbulkan keresahan,” terangnya.

“Tak hanya menyediakan informasi yang berimbang dan akurat melalui artikel, kami juga menyediakan signature programs yang didesain khusus untuk mengakomodasi kebutuhan brand dalam berinteraksi langsung dengan audiensnya. Nantinya, outputs tersebut akan didistribusikan melalui publishers IDN Media (IDN Times, Popbela.com, Popmama.com, Duniaku.com, Yummy, dan GGWP.ID) yang memiliki beragam segmen pembaca.”

4. Saling mendukung di masa pandemik

Untuk tetap bertahan di tengah pandemik, selaku Head of Business Development, Sylvia menyatakan, “Penyedia layanan iklan harus selalu menyajikan program-program digital yang aktual, yang dapat membantu pengiklan secara nyata melalui ide-ide campaign yang tepat sasaran. Dengan demikian, mereka dapat menjalankan strategi komunikasi produk yang efisien dan tepat sasaran, jadi eksistensi pengiklan selama pandemik pun tetap terjamin.”

Comments are closed.