Jerman Rela Tingkatkan Utang Negara

Jerman Rela Tingkatkan Utang Negara

Jerman Rela Tingkatkan Utang Negara

Jerman Rela Tingkatkan Utang Negara, – Jerman dan Perancis mendesak Yunani untuk segera mengajukan proposal baru demi memulai kembali perundingan bantuan utang atau dana talangan. Setelah refendum menyatakan Athena tidak akan patuh pada persyaratan Uni Eropa untuk utang baru.

Diberitakan Reuters, Senin, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Francois Hollande, pemimpin terkuat di zona euro. Mengatakan pemerintahan Alexis Tsipras harus bergerak cepat jika ingin mengamankan kesepakatan utang dengan kreditor dan mencegah keluar dari euro.

Pemerintah Jerman berencana untuk meningkatkan utang lagi pada 2021. Menteri Keuangan Olaf Scholz mengatakan ini harus dilakukan demi menekan dampak COVID-19 terhadap perekonomian negara tersebut.

“Tahun depan kami akan terpaksa melanjutkan untuk menunda aturan utang dan menghabiskan dana cukup banyak untuk melindungi kesehatan masyarakat dan menstabilkan perekonomian,” kata Scholz dalam sebuah wawancara dengan Funke pada Jumat 21 Agustus 2020.

Menurut data yang dihimpun John Hopkins University, Jerman melaporkan total 231.636 kasus COVID-19 dengan 9.264 kematian.

Hollande menekankan bahwa waktu Yunani tinggal sedikit, sementara Merkel mendesak Yunani menyerahkan proposal paling lambat pekan ini.

Jerman akan meminjam Rp3.800 triliun pada tahun ini

Pemerintah Jerman sudah akan mengambil pinjaman sebesar Rp3.800 triliun pada 2020 ini. Keputusan tersebut diambil demi memberikan paket stimulus kepada masyarakat. Scholz sendiri mendeskripsikan situasi ini sebagai sebuah tembakan bazooka terhadap Jerman.

Melansir Reuters, pada Juni lalu Kanselir Angela Merkel bersama koalisi pemerintah menyepakati pemberian paket stimulus senilai Rp2.262 triliun. Dana tersebut dipakai untuk membantu perusahaan dan para pekerja agar cepat bangkit dari efek pandemik COVID-19.

Penggunaannya cukup beragam, mulai dari membantu memulihkan konsumsi masyarakat, pengurangan pajak, stabilisasi jaring pengaman sosial, serta bantuan kepada usaha kecil dan menengah. Para orangtua juga menerima bantuan tunai sebesar Rp5,2 juta per anak.

Jerman sebelumnya enggan berutang

Keputusan untuk menambah utang itu bertolak belakang dari sikap Jerman selama beberapa tahun ini. Sejak 2009, pemerintah memberlakukan peraturan yang dikenal sebagai rem utang.

Saat itu, dunia sedang menghadapi resesi global dan Uni Eropa menjadi salah satu yang paling terdampak. Jerman, sebagai perekonomian terbesar di kawasan, melakukan pengetatan anggaran melalui kebijakan fiskal yang sempat membuat publik melontarkan kritikan kepada Merkel.

Dalam aturan itu, pemerintah dilarang berutang lebih dari 0.35 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara. Aturan itu berlaku selama tahun berapa pun di masa-masa normal. Berlin menilai krisis kesehatan publik saat ini tidak masuk ke dalam kategori tersebut, sehingga terpaksa mengubah sikap.

Meski begitu, pada 2019 Jerman mencatatkan surplus anggaran sebesar Rp235 triliun. Padahal, perekonomian saat itu dikatakan melemah.

Kritik kepada Merkel pun muncul dari lembaga moneter internasional (IMF). Seperti dilaporkan AFP, Jerman dinilai terlalu pelit sehingga menyebabkan tidak seimbangnya perekonomian di Uni Eropa dan menghambat pertumbuhan di seluruh Eropa.

Comments are closed.