Bos Freeport Beberkan Nasib Bisnis Pertambangan

Bos Freeport Beberkan Nasib Bisnis Pertambangan

Bos Freeport Beberkan Nasib Bisnis Pertambangan

Bos Freeport Beberkan Nasib Bisnis Pertambangan – Pengujung tahun lalu, perubahan besar terjadi di internal PT Freeport Indonesia. Komposisi kepemilikan saham yang berubah tak ayal membuat susunan direksi pun dirombak.

Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin membeberkan posisi direktur utama PT Freeport Indonesia ditempati Tony Wenas. Sudah lebih dari satu semester pria bernama asli Clayton Allen Wenas itu bertugas. Sejumlah tantangan pun mengadang jejak langkah perusahaan.

Secara eksklusif kepada CNBC Indonesia, Tony membeberkan langkah dan komitmen PT Freeport Indonesia terhadap sejumlah isu. Berawal dari soal izin usaha pertambangan khusus (IUPK) hingga pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur.

Indonesia ada di dalam bayang-bayang resesi. Pertumbuhan ekonomi di kuartal II juga banyak diprediksi bakal berkontraksi atau tumbuh minus. Bila di kuartal III kondisi tersebut terulang, Indonesia bisa dipastikan resesi lantaran pertumbuhannya minus selama enam bulan belakangan ini.

Merespons prediksi tersebut, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas mengatakan bahwa dari penglihatan bisnis pertambangan, industri tersebut bisa lebih mampu bertahan.

“Dalam situasi krisis dari pengalaman yang sebelumnya baik itu krisis 2008, 1998, bisnis SDA ini lebih bisa survive dari bisnis lain. ini sudah terbukti,” ujarnya dalam diskusi virtual dengan pemimpin redaksi media massa, Selasa.

Sektor pertambangan diharapkan bisa menekan potensi resesi

Wenas berharap sektor pertambangan bisa menjadi salah satu kontribusi pendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Bila kuartal II 2020 kondisinya harus minus, diharapkan pada kuartal III 2020 terjadi pemulihan.

“Kalau saya lihatnya kalau minus gak masalah asal kita bisa cepat kembali, on track. Pada 2021 pertumbuhan ekonomi diproyeksi akan positif. Kritikalnya di paruh kedua 2020 ini,” imbuh dia.

Penjualan tembaga PTFI merosot di kuartal I 2020

Berdasarkan laporan Freeport McMoran, produksi tembaga PTFI pada kuartal I 2020 tercatat sebanyak 140 juta pounds, atau turun 3,44 persen dibanding produksi pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar 145 juta pounds tembaga.

Penjualan tembaga pun turun 27 persen menjadi 127 juta pounds. Pada kuartal pertama tahun lalu, penjualan tembaga PTFI menyentuh 174 juta pounds.

Hasil pertambangan lebih banyak digunakan

Wenas menambahkan, hasil pertambangan merupakan salah satu komoditas yang paling banyak dibutuhkan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dalam kondisi krisis, permintaannya tidak mengalami tekanan yang berarti.

“Bisnis SDA ini mostly oriented lebih bisa bertahan, khususnya base metal yang kemudian dipergunakan banyak pihak, apalagi memang tembaga tempat untuk membunuh bakteri dan virus lebih cepat dari metal lainnya,” imbuh Wenas.

Comments are closed.