Catat Tips Supaya Bisa Kerja Jadi CFO

Catat Tips Supaya Bisa Kerja Jadi CFO

Catat Tips Supaya Bisa Kerja Jadi CFO

Catat Tips Supaya Bisa Kerja Jadi CFO, – Chief financial officer (CFO) adalah eksekutif senior yang bertanggung jawab mengelola keuangan sebuah perusahaan. Atau jika mau disederhanakan, CFO adalah bendahara perusahaan. Survei terbaru dari Grant Thornton menunjukkan terjadinya perubahan signifikan pada peran CFO. Pandemik COVID-19 telah memaksa CFO untuk lebih fokus pada peran sebagai agen perubahan dan juga ahli strategi.

Dikutip http://downloadjoker123.org, Perubahan peran tersebut tejadi untuk mencari cara baru dalam memanfaatkan otomatisasi, outsourcing, dan efektivitas divisi keuangan dalam tanggung jawabnya. Perubahan ini membutuhkan lebih banyak inisiatif untuk lebih dapat memahami, mengatur, dan memanfaatkan divisi keuangan yang dipimpinnya.

“Setiap CFO dapat menyesuaikan strategi yang memungkinkan mereka untuk fokus pada business-critical area namun tetap memastikan akuntabilitas organisasi untuk fungsi keuangan berjalan lancar di tengah pandemi.” ujar Legal Partner Grant Thornton Indonesia, Kurniawan Tjoetiar, Sabtu.

1. Peran CFO yang berubah selama pandemik COVID-19

Grant Thornton telah melakukan survei tahunan tentang CFO pada Februari 2020 lalu. Namun karena pandemik COVID-19 menyebabkan perubahan signifikan terkait strategi di berbagai orgnisasi, survei CFO kembali diadakan pada Mei 2020. Hasil survei Februari menunjukkan bahwa tanggung jawab CFO terbagi dalam peranan seimbang sebagai ahli strategi, agen perubahan, dan menggawangi kinerja keuangan perusahaan.

Namun saat krisis COVID-19 semakin memburuk, peran para CFO bergeser ke arah ahli strategi dan agen perubahan. Sedangkan peran CFO sebagai penjaga gawang keuangan perusahaan lebih sedikit dibandingkan sebelum pandemik COVID-19.

Selama pandemik juga, CFO kini dapat secara efektif menjaga akuntabilitas perusahaan untuk seluruh fungsi keuangan, sambil mencari peluang-peluang untuk menghasilkan imbal balik tertinggi bagi perusahaan.

Dalam survei tersebut, Grant Thornton berbagi empat tips agar CFO dapat mempertimbangkan opsi yang bisa digunakan semasa pandemik COVID 19, untuk menegaskan peran CFO di masa mendatang. Apa saja itu?

2. Pendelegasian

Cara pertama ialah pendelegasian tugas. Hal ini dapat dimulai dengan sederhana, dari tugas akuntasi tertentu atau dari perubahan struktural secara permanen. Misalnya, fungsi akuntansi dan pelaporan dimasukkan ke dalam peran ‘controller’. Sedangkan posisi baru seperti ‘risk management officer’ dapat mengambil peran CFO untuk menjaga keuangan perusahaan.

3. Otomatisasi

Kedua yaitu otomatisasi. Ini adalah proses memanfaatkan inovasi dan kemajuan teknologi untuk mengembangkan perusaahaan. Sebab, inovasi serta proses transformasi dapat memudahkan CFO untuk fokus pada business-critical area. Selain itu, CFO juga perlu memanfaatkan kemampuan serta pengetahuan teknologi dari karyawan baru yang memungkinkan untuk pengembangan baru bagi perusahaan.

“Dengan penggabungan efektif antara teknologi, ahli daya, dan inovasi, serta memanfaatkan rangkaian kompetensi secara luas dan lengkap dalam perusahaan,” ujar Kurniawan.

4. Mengadakan pelatihan dan outsourcing juga dapat membantu peran CFO

Untuk membantu pengembangan potensi tim dalam perusahaan, CFO dapat memberikan program pelatihan berbagai peran maupun kompetensi yang bersifat prioritas. Melalui pelatihan, perusahan bisa mengembangkan kemampuan staf perusahaan guna memikul tugas sesuai standarisasi proses perusahaan.

Selain itu, mengadakan pelatihan juga dapat menanamkan kontrol pencegahaan yang akan memungkinkan CFO untuk dapat berkonsentrasi pada strategi.

5. Outsourcing

Cara terakhir dari Grant Thornton untuk CFO, yakni outsourcing. Hal ini dilakukan untuk dapat membantu CFO supaya tidak lagi disibukkan dengan berbagai tugas dengan prioritas rendah dan juga dapat meningkatkan kepuasan kerja dengan menghilangkan tugas berulang untuk staf keuangan.

Adapun area yang dapat dipertimbangkan untuk outsourcing antara lain: rekonsiliasi akun, pemrosesan hutang akun, dan penyusunan pelaporan menurut undang-undang.

“Melihat PSBB yang sudah berulang beberapa kali di Indonesia, kebijakan strategis dari pemimpin perusahaan akan menentukan masa depan perusahaan tersebut. Kami menegaskan CFO memegang peranan new normal yang penting. Bukan tidak mungkin restrukturisasi tanggung jawab dan fokus, para CFO di Indonesia sangat mungkin menciptakan new normal terbaik bagi perusahaannya,” kata Kurniawan.

Comments are closed.