Ekonomi Indonesia Masih Lebih Baik

Ekonomi Indonesia Masih Lebih Baik

Ekonomi Indonesia Masih Lebih Baik

Ekonomi Indonesia Masih Lebih Baik, – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Airlangga Hartato mengatakan bahwa keadaan ekonomi di Indonesia masih relatif lebih baik dari negara lain yang mengalami resesi akibat dampak pandemi Covid-19.

Seperti yang diketahui, pandemi Covid-19 telah mempengaruhi perekonomian banyak negara. Bahkan, sudah ada deretan negara yang harus masuk jurang resesi akibat perekonomian yang minus selama dua kuartal berturut-turut. Indonesia terbilang masih lebih baik, sebab baru satu kuartal saja mengalami minus. Yakni ekonomi Kuartal II tahun 2020 minus sebesar 5,32%, sehingga belum masuk jurang resesi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut perekonomian Indonesia masih lebih baik dibanding negara-negara tetangga yang terimbas COVID-19.

Berdasarkan data Kemenkes, spesimen dalam pengetesan COVID-19 mencapai 1,8 juta. Kasus yang telah terkonfirmasi lebih dari 132 ribu dan yang sembuh mencalai 87 ribu.

“Jadi kalau dibandingkan beberapa negara, kasus sembuh 65,9 persen dan fatality rate 5,9. Ini sebanding dengan apa yang terjadi di global,” kata Airlangga dalam konferensi pers virtual, Jumat.

Kendati perekonomian Indonesia kuartal II minus 5,32 persen kata Airlangga, itu masih lebih baik dibandingkan negara tetangga. Di antaranya Malaysia diumumkan -17,1 persen, Filipina -16,5 persen, Singapura -12 persen, Jerman -11 persen, dan Prancis -19 persen.

“Indonesia gak sedalam yang lain. Tren perekonomian berbagai indikator juga ke arah positif. Stok market mendekati balik ke 81 triliun dari 90 trilun. Akhir Maret kemarin memang pandemik terburuk,” ujarnya.

“Indonesia mengalami penurunan ekonomi -5.32%. Namun kontraksi ekonomi ini masih relatif lebih baik ketimbang negara lain,” ujar Airlangga sebagaimana dilansir Jakselnews.com dari artikel Potensi Bisnis berjudul Airlangga Berkelit, Ekonomi RI Merosot Tak Lebih Parah dari Negara Lain yang mengutip Warta Ekonomi.

Airlangga juga membandingkan kondisi ekonomi Indonesia dengan negara lain seperti Inggris yang masuk resesi setelah ekonomi di kuartal II 2020 merosot hingga minus 20,4%, menyusul minus 2,2% di kuartal pertama. Lalu ada pula Hong Kong yang minus -12%, India -18%, dan Singapura -12,6%.

Selanjutnya, ia optimis bahwa Indonesia dapat membangkitkan perekonomian pada Kuartal III 2020.

Dia menambahkan, harga minyak relatif naik. Begitu pula dengan alumunium dan CPO.

“Jadi, kira-kira sudah di atas harga. Dari ekonomi baik di Sumatra dan Kalimantan gak sedalam di Pulau Jawa,” jelasnya.

Menurut Airlangga, ada beberapa sektor yang jadi pengungkit. Di antaranya sektor pertambangan, keuangan, pendidikan, real estate, dan properti.

“Lalu industri, utility, dan kesehatan. Daei sisi domestik, kendaraan bermotor sudah naik. Penjualan retail juga sudah naik, indeks keyakinan konsumen naik, dan survei dunia usaha dari minus 13 sudah membaik. Trennya sudah membaik seiring dengan kegiatan di global. Kami juga melihat sektor perbankan, korporasi restrukturnya sudah 17 persen. UMKM sudah 50-55 persen,” ujar Airlangga.

Comments are closed.