Lippo Mall Puri Dijual Seharga Rp 3,5 Triliun

Lippo Mall Puri Dijual Seharga Rp 3,5 Triliun

Lippo Mall Puri Dijual Seharga Rp 3,5 Triliun

Lippo Mall Puri Dijual Seharga Rp 3,5 Triliun – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana untuk menjual Lippo Mall Puri melalui anak usahanya yaitu PT Mandiri Cipta Gemilang (MCG). Nilai dari transaksi pelepasan tersebut mencapai Rp 3,5 triliun.

Mandiri Cipta Gemilang akan menjual aset properti tersebut ke ke pihak yang terafiliasi dengannya yakni PT Puri Bintang Terang (PBT).

Mengutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), rencana pelepasan aset properti ini mengharapkan dapat melaksanakan paling lambat pada akhir Desember 2020. Setelah memenuhi seluruh persyaratan pendahuluan sebagaimana yang syaratnya dalam Perjanjian Jual Beli Bersyarat.

Transaksi pelepasan aset ini dengan penjualan dan pengalihan properti oleh Mandiri Cipta Gemilang kepada Puri Bintang Terang. Yaitu berupa rumah susun atas mall yang saat ini terkenal dengan nama Lippo Mall Puri pada Jalan Puri Indah Boulevard Blok U1, Puri Indah, RT002/RW002, Kembangan Selatan, Jakarta Barat.

Rencana Transaksi laksanakan merupakan bagian dari strategi asset-light yang jalankan perseroan dan melakukan untuk meningkatkan likuiditas perseroan. Dan hasil yang akan terima oleh perseroan dari pelaksanaan rencana transaksi akan gunakan antara lain untuk membiayai kegiatan operasional.

Penjualan melalui perusahaan Real Estate Investment Trust (REIT) atau Dana Investasi Real Estate (DIRE) bernama Lippo Malls Indonesia Retail Trust (LMIRT) yang berbadan hukum Singapura.

Pendapatan Real Estate Development Lippo Karawaci Naik 33,9 Persen Semester I

Lippo Mall Puri,St. Moritz (Indonesia) | Solutions | lighting | Life Solutions | Business | Panasonic Global

Sebelumnya, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatatkan kenaikan pendapatan dari Real Estate Development. Sebesar 33,9 persen mendapat Rp 1,32 triliun pada semester I 2020 dari Rp 983 miliar pada semester I 2019.

Kenaikan pendapatan dari Real Estate Development ini terutama mendorong dari pertumbuhan pendapatan yang kuat dari Lippo Cikarang. Serta pengakuan pendapatan atas serah terima Hillcrest dan Fairview Towers LPKR Lippo Village bersama dengan penjualan persediaan.

Bisnis properti terus menunjukkan tanda-tanda perbaikan marketing sales pada semester I 2020 meningkat 26 persen. Maka mendapat Rp 1,05 triliun dari Rp 835 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan, meskipun pandemi global baru-baru ini mempengaruhi pendapatan recurring Lippo Karawaci dari rumah sakit, mal dan hotel. Secara signifikan tetapi kemajuan pada bisnis real estate development mampu mendorong kinerja perseroan pada semester I 2020.

“Saya percaya bahwa bisnis properti sedang pulih dan akan terus bertumbuh mana Lippo Karawaci terus membangun proyek rumah hunian yang terjangkau sesuai dengan keinginan para penghuni perumahan kami,” jelas ia dalam keterangan tertulis, Rabu (30/7/2020).

Dengan tingkat kepemilikan rumah wilayah Indonesia yang masih rendah bandingkan dengan negara-negara Asia lainnya. Serta tingkat pinjaman KPR Indonesia masih bawah 5 persen dari PDB. John yakin bisa menyaksikan para pemilik rumah perdana akan memasuki pasar dan kesediaan bank untuk memberikan kredit kepada mereka.

“Hal ini memberikan peluang per generasi bagi perusahaan seperti kami untuk memenuhi permintaan ini dan turut serta dalam memperbaiki hidup. Lebih dari 80 juta orang yang merupakan bagian dari kelas menengah Indonesia yang meningkat.” jelas ia.

Comments are closed.