Naik Pesawat Bakal Serasa di Kelas Bisnis

Naik Pesawat Bakal Serasa di Kelas Bisnis

Naik Pesawat di Masa New Normal Bakal Serasa di Kelas Bisnis

Naik Pesawat Bakal Serasa di Kelas Bisnis – Buat kamu yang belum kesampaian naik pesawat full service seperti Singapore Airlines, nggak ada salahnya untuk kepoin artikel ini. Ya meskipun sekarang belum bisa, siapa tahu ‘kan nantinya bakal sering naik pesawat ini?

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan masyarakat yang bepergian menggunakan pesawat di masa new normal atau normal baru akan merasakan layaknya terbang di kelas bisnis.

Kesempatan naik pesawat kelas bisnis untuk penerbangan ke luar negeri tidak selalu didapat setiap orang. Dengan berbagai alasan, banyak orang pun memilih penerbangan kelas ekonomi yang lebih ekonomis.

Namun, jika ternyata mendapat kesempatan terbang dengan kelas bisnis pertama kalinya ke luar negeri, mungkin ada sedikit perasaan segan. Sebab, biasanya kita akan diundang ke lounge khusus kelas bisnis sebagai salah satu fasilitasnya.

Jika sudah demikian, jangan ragu, masuk saja sambil menunjukkan tiket pesawat di tangan. Petugas kemudian akan mengarahkan kita ke lounge.

“Anda ke depan naik Garuda Indonesia semua rasa business class, bisa melenggang kaki kanan, kiri, segala macam,” kata Irfan dalam konferensi pers daring, Jumat.

1. Minta pengertian penumpang

Irfan menilai mengatakan menaikkan harga memang keputusan sulit dan banyak penumpang yang mungkin tidak akan menerima. Namun ia amat berharap pengertian penumpang karena situasi di masa pandemik COVID-19 ini sungguh berbeda.

“Kita semua korban pandemik ini dan akan minta pengertian penumpang kalau kita naikin semata-semata itu karena situasi,” katanya.

2. Tapi harganya bisa lebih mahal

Namun tiket penerbangan di masa normal baru kemungkinan akan lebih mahal. Karena keterisian pesawat yang hanya bisa diisi setengah dari waktu normal.

“Ada implikasi finansial, karena ada tempat yang tidak bisa kita jual sehingga tidak bisa teris,” ujar Irfan.

3. Belum lagi masalah biaya tes PCR

Irfan juga menyinggung masalah tes PCR sebagai syarat bagi penumpang yang harus dilengkapi sebelum mereka melakukan perjalanan menggunakan transportasi umum. Aturan ini tertera dalam Surat Edaran Gugus Tugas Nomor 5 Tahun 2020 tentang penanganan COVID-19.

Ia berharap agar tes PCR tidak lebih mahal dari harga tiket pesawat agar tidak membebani penumpang.

“Jangan sampai biaya untuk kesehatan lebih mahal dari biaya terbang. Dan Garuda sepakat akan terbang dengan distancing. Jadi di tengah akan kita kosongkan,” katanya.

Comments are closed.