Pengunjung Mall Tak Akan Pulih hingga 2022

Pengunjung Mall Tak Akan Pulih hingga 2022

Pengunjung Mall Tak Akan Pulih hingga 2022

Pengunjung Mall Tak Akan Pulih hingga 2022 – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani mengatakan pengunjung mal di DKI Jakarta selama masa transisi PSBB ini berkisar 20 persen sampai 30 persen. Rendahnya kunjungan masyarakat ke mall tidak terlepas dari protokol aktivitas sosial dan ekonomi.

“Jumlah pengunjung atau pekerja dan pemilik usaha usaha harus kurang dari 50 persen dari kapasitas tempat yang disediakan,” kata Roeslan dalam diskusi INDEF bertajuk Mempercepat Geliat Sektor Riil dalam mendukung Pemulihan Ekonomi: Peranan BUMN dalam mendukung pemulihan Ekonomi, Jakarta, Selasa.

Senior Associate Director Colliers International (konsultan properti), Ferry Salanto menyatakan wajar jika saat ini jumlah pengunjung mal atau pusat perbelanjaan di sejumlah kota besar belum kembali normal seperti biasa karena masih banyak yang cemas terhadap wabah COVID-19.

“Jumlah mal yang buka belum begitu tinggi, traffic pengunjung belum kembali normal, karena masih ada kekhawatiran dari mereka yang menghindari tempat-tempat keramaian,” kata Ferry Salanto dalam paparan properti di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, meski untuk beberapa produk tertentu konsumen akan membeli secara daring, tetapi tidak dipungkiri bahwa ada bagian masyarakat yang kangen datang ke mal karena pengalaman yang tidak bisa didapatkan dari pembelian daring.

Selain itu, masih rendahnya kunjungan ke mal karena kesadaran masyarakat dalam masa PSBB transisi dan potensi penyebaran virus yang masih ada. Roeslan menilai berkurangnya pengunjung mal ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun 2022.

“Ini bukan hanya jangka pendek. Kita harus ambil sikap karena ini bisa terjadi tidak hanya di tahun 2021, tetapi sampai tahun 2022,” kata dia.

Selain itu, ia juga menyoroti masih ada beberapa pusat perbelanjaan yang belum buka. Hal tersebut dinilai karena pengelolanya menunggu jumlah pengunjung kembali ke normal agar tidak merugi dalam beban operasional mal sehari-hari.

Ferry memprediksi bahwa kemungkinan tingkat okupansi mal akan pulih paling cepat pada 2021, begitu juga dengan harga sewa tempat yang kemungkinan akan stabil dan tidak terlalu berubah dari tarif pada 2019.

“Harus ada win-win solution antara penyewa dan pengelola, harus ada saling pengertian di antara keduanya,” katanya.

Pengusaha Harus Kreatif

Untuk itu para pengusaha sudah harus memikirkan cara untuk menjalankan bisnis di tengah ancaman virus. Mereka harus bisa berpikir kreatif dan berinovasi agar bisnis tetap berjalan meski berdampingan dengan virus ini.

“Kita pengusaha harus bisa tetap berjalan meski berdampingan dengan pandemi,” pungkasnya.

Comments are closed.