Sejarah Lahirnya Mata Uang Indonesia

Sejarah Lahirnya Mata Uang Indonesia

Sejarah Lahirnya Mata Uang Indonesia

Sejarah Lahirnya Mata Uang Indonesia, – Di awal kemerdekaan, Indonesia menghadapi beberapa masalah diantaranya adalah datangnya tentara sekutu untuk menerima penyerahan kekuasaan dari Jepang karena kekosongan kekuasaan di Indonesia akibat kekalahan Jepang.

Secara umum, uang mempunyai tiga tujuan yang berbeda bergantung pada penggunaannya, yaitu sebagai alat tukar untuk pembayaran di antara konsumen, badan usaha dan pemenintah, sebagai satuan dasar untuk menilai daya beli atau nilai yang dibayarkan untuk memperoleh barang dan jasa, dan sebagai alat penyimpanan nilai untuk mengukur nilai ekonomis pendapatan pada masa sekarang terhadap pengeluaran pada masa yang akan datang.

Dilansir https://maxbetresmi.com, Uang pun sebenarnya banyak jenisnya, mulai dari uang barang, uang giral, sampai uang kartal. Yang terakhir ini, merupakan alat pembayaran yang paling umum dan sering digunakan di masyarakat. Uang kartal merupakan uang kertas. Dan uang logam yang dikeluarkan. Dan diedarkan oleh Bank Indonesia dan digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.

Lalu, kapan pertama kali Indonesia memiliki uang sendiri dan bagaimana sejarah lahirnya mata uang RI? Yuk, kita tengok sejarahnya berikut ini.

1. Sejarah Oeang Republik Indonesia (ORI) dimulai pada 1945

Sejarah uang Indonesia dimulai pada 1 Oktober 1945. Mengutip Album Emas ORI 50 Majalah Anggaran, “Rupiah Menelusuri Tantangan Jaman Peringatan Oeang Republik Indonesia 50 Tahun” (1946-1996) dari situs kemenkeu.go.id, pemerintah Indonesia menetapkan berlakunya tiga mata uang bersama di wilayah RI, yaitu uang De Javasche Bank, uang Hindia Belanda, dan uang Jepang.

2. Mata uang Belanda tidak diakui pemerintah Indonesia pada 2 Oktober 1945

Pada 2 Oktober 1945, pemerintah mengeluarkan Maklumat Pemerintah Republik Indonesia yang menetapkan bahwa uang Belanda, Netherlands Indies Civil Administration (NICA), tidak berlaku di wilayah RI. Kemudian Maklumat Presiden RI pada 3 Oktober 1945 menentukan jenis-jenis uang yang sementara masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Saat itu, Indonesia memiliki empat mata uang yang sah.

3. Pembentukan Panitia Penyelenggara Pencetakan Uang Kertas Republik Indonesia

Dengan didepaknya mata uang NICA, pemerintah berencana menerbitkan oeang Republik Indonesia (ORI). Oleh sebab itu, Menteri Keuangan Alexander Andries Maramis atau yang lebih dikenal sebagai AA Maramis, membentuk Panitia Penyelenggara Pencetakan Uang Kertas Republik Indonesia pada 7 November 1945.

Panitia tersebut dipimpin oleh TRB Sabaroedin dari Kantor Besar Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan anggota-anggotanya terdiri dari wakil Kementerian Keuangan yaitu HA Pandelaki, R Aboebakar Winagoen. Dan E Kusnadi, Kementerian Penerangan yaitu M Tabrani, BRI yaitu S Sugiono, dan wakil-wakil dari Serikat Buruh Percetakan yaitu Oesman dan Aoes Soerjatna.

4. Pada 30 Oktober 1946, ORI sah berlaku sebagai mata uang nasional

Pada Januari 1946, pencetakan ORI dikerjakan setiap hari sejak jam 7 pagi sampai jam 10 malam seperti ditulis J Soedradjad Djiwandono, dkk dalam bukunya Bank Indonesia dalam Perjalanan Pembangunan Ekonomi Indonesia 1953-2003. Sayangnya, proses pencetakan uang ini sempat terhenti di Jakarta. Dan terpaksa terpaksa dipindahkan ke daerah-daerah seperti Yogyakarta, Surakarta, Malang, dan Ponorogo.

Gegara kejadian tersebut, uang pertama Indonsia yang beredar ditandatangani oleh AA Maramis, meski sejak November 1945 ia tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan. Pada waktu ORI beredar, Menteri Keuangan dijabat Sjafruddin Prawiranegara di bawah Kabinet Sjahrir III.

5. Beredarnya ORI dan ORIDA

Hal pertama yang dilakukan pemerintah Indonesia sebelum mengedarkan ORI adalah menarik uang invasi Jepang dan uang Pemerintah Hindia Belanda dari peredaran. Penarikan kedua uang tersebut tidak dilakukan sekaligus. Penarikan dilakukan bertahap melalui pembatasan pemakaian uang. Dan larangan membawa uang dari satu daerah ke daerah lain tanpa seizin Menteri Keuangan.

6. Bank Indonesia sebagai penerbit tunggal mata uang Indonesia

Menurut Sejarah Bank Indonesia Periode I:1945-1959 karangan J Soedradjad Djiwandono, De Javasche Bank berubah menjadi Bank Indonesia (BI) pada Desember 1951. BI sebagai bank sentral dengan diterbitkannya UU No 11 Tahun 1953 yang mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 1953. Dengan berlakunya beleid tersebut, juga sekaligus menandakan hari lahir dari Bank Indonesia menggantikan De Javasche Bank.

***

Saat ini, uang rupiah memuat tanda tangan pemerintah dan Bank Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Pemerintah dalam Undang-Undang tersebut adalah Menteri Keuangan yang sedang menjabat pada saat uang tahun emisi 2016 terbit.

Comments are closed.