Sriwijaya Air Juga Bakal Turunkan Tarif Tiket

Sriwijaya Air Juga Bakal Turunkan Tarif Tiket

Sriwijaya Air Juga Bakal Turunkan Tarif Tiket

Sriwijaya Air Juga Bakal Turunkan Tarif Tiket, – Maskapai Sriwijaya Air menyebut penurunan harga tiket pesawat tak serta merta bisa dilakukan usai pemerintah memutuskan untuk menurunkan tarif batas atas (TBA. Maskapai mengaku membutuhkan masa tenggang (grace period) guna menyesuaikan kebijakan tersebut.

Usai Garuda Indonesia yang memutuskan untuk melakukan penyesuaian tarif. Kini giliran maskapai Sriwijaya Air juga melakukan hal senada. Mereka menyambut positif stimulus penerbangan tersebut dan siap melakukan penyesuaian tarif.

‚ÄúSriwijaya Air Group menyambut baik kebijakan pemerintah membebaskan biaya airport tax bagi masyarakat di 13 bandara di Indonesia. Tentu saja Sriwijaya Air Group akan mendukung penuh kebijakan ini, dan bersinergi bersama pemerintah guna membangkitkan kembali gairah masyarakat untuk bepergian lagi dengan pesawat terbang,” kata Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Jauwena dalam keterangan resminya, Jumat.

1. Garuda Indonesia lakukan penyesuaian tarif

Dikutip https://maxbetresmi.com, Maskapai Garuda Indonesia bakal mengimplementasikan peniadaan tarif Passenger Service Charge (PSC) pada komponen tarif tiket pesawat terhitung mulai 23 Oktober 2020 hingga 31 Desember 2020 mendatang di 10 bandar udara yang dilayani Garuda Indonesia dari 13 bandar udara yang telah ditentukan Pemerintah. Itu artinya, maskapai pelat merah ini akan menurunkan tarif tiketnya sampai akhir 2020.

“Di tengah tantangan kinerja industri penerbangan pada masa pandemik COVID-19 ini, hadirnya stimulus PJP2U ini tentunya menjadi langkah signifikan yang kami harapkan dapat mendukung upaya pemulihan kinerja maskapai penerbangan khususnya guna meningkatkan minat masyarakat untuk kembali menggunakan layanan transportasi udara,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra.

2. Pemerintah gratiskan airport tax ke penumpang

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan untuk menghapus biaya Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau bisa juga dikenal sebagai Passenger Service Charge (PSC). Insentif ini diberikan kepada para penumpang yang berangkat dari 13 Bandara yang telah ditentukan.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Novie Riyanto, mengatakan, stimulus ini diberikan guna mendukung kebangkitan industri penerbangan dan pariwisata.

“Setiap penumpang tersebut tidak dibebani biaya PSC karena akan dikeluarkan dari komponen biaya tiket yang akan ditagih oleh operator bandar udara kepada pemerintah,” ujar Novie.

Pemberian insentif mulai berlaku juga untuk pembelian tiket pesawat mulai Oktober 2020 sampai 31 Desember 2020. Dengan tujuan pemberangkatan sebelum 1 Januari 2021.

Dengan pemberian insentif ini, maka tarif tiket pesawat menjadi lebih murah. Novie mencontohkan, harga tiket pesawat dari Jakarta ke Surabaya dipatok seharga Rp700 ribu termasuk PSC. Dengan pemberian diskon melalui PSC ini, maka biaya tiket pesawat menjadi Rp600 ribu. Itu artinya PSC yang dikenakan adalah senilai Rp100 ribu.

Angka tersebut hanya contoh. Sebab, PSC di setiap bandara memiliki besaran yang berbeda-beda.

3. Daftar bandara yang mendapat stimulus penerbangan

Adapun 13 bandara yang mendapat insentif penghapusan PSC yakni:

  1. Bandar Udara Internasional Soekarno – Hatta, Tangerang (CGK)
  2. Hang Nadim, Batam (BTH)
  3. Kualanamu, Deliserdang (KNO)
  4. I Gusti Ngurah Rai, Denpasar (DPS)
  5. Yogyakarta Internasional, Kulon Progo (YIA)
  6. Halim Perdanakusuma, Jakarta (HLP).
  7. Bandara Internasional Lombok, Praya (LOP)
  8. Jenderal Ahmad Yani, Semarang (SRG)
  9. Sam Ratulangi, Manado (MDC)
  10. Komodo, Labuan Bajo (LBJ)
  11. Silangit (DTB)
  12. Blimbingsari,Banyuwangi (BWX)
  13. Adi Sucipto, Yogyakarta (JOG).
Comments are closed.