Tak Bisa Bayar Denda Rp 100 Ribu, Pelanggar Prokes di Gresik Pilih Dipenjara

Tak Bisa Bayar Denda Rp 100 Ribu, Pelanggar Prokes di Gresik Pilih Dipenjara

Tak Bisa Bayar Denda Rp 100 Ribu, Pelanggar Prokes di Gresik Pilih Dipenjara

Tak Bisa Bayar Denda Rp 100 Ribu, Pelanggar Prokes Gresik Pilih penjara – Seorang pelanggar protokol kesehatan (prokes) Gresik memilih hukum penjara, ketimbang harus membayar denda. Hukuman ini pilih karena pelanggar tersebut tidak punya uang.
Humas PN Gresik Herdyanto Sutantyo mengatakan, pelanggar tersebut terjaring Operasi Yustisi karena tidak menggunakan masker. “Saat itu memang ada pelanggaran protokol kesehatan lalu sidangkan Pengadilan Negeri Gresik. Mereka datang, yang sudah terjaring sebelumnya,” ungkap Herdy saat hubungi detikcom Surabaya, Kamis (1/10/2020).

“Ketika itu yang bersangkutan, lupa saya namanya, memang ia mendapat sanksi. Namun denda itu dalam hukum tindak pidana ringan, jika denda tidak bayar maka ganti denda kurungan,” imbuhnya.

Pelanggar tersebut, lanjut Herdy, mengaku tidak memiliki uang karena sudah lama tidak bekerja. Herdy menyebut pelanggar itu biasanya bekerja sebagai kuli bangunan, namun masa pandemi ini, tidak ada panggilan bekerja.

“Nah saat itu ia minta keringanan denda dan kita samakan dendanya. Waktu itu ia tidak membawa uang dan memilih kurungan penjara selama tiga hari. Alasannya waktu itu ia memang tidak bekerja. Waktu itu dendanya Rp 100 ribu, itu pelanggarnya tidak bekerja, hanya kuli bangunan,” lanjutnya.

Tak hanya itu, dari informasi yang beredar, ada seorang paniter atau pegawai PN Gresik yang membantu membayarkan denda pria tersebut. Herdy pun membenarkan informasi ini. Namun, hal ini dengan syarat sang pelanggar tak lagi mengulangi kembali perbuatannya.

“Setelah proses persidangan selesai, luar proses persidangan, pada pembayaran denda itu memang ada salah satu panitera yang membantu meringankan dendanya dengan catatan orang itu jangan mengulangi perbuatannya lagi, tetap mematuhi prokes,” ujar Herdy kepada https://thedonnellygroup.com/

 

Pelanggar prokes di gresik pilih dipenjara tidak mampu bayar denda

“Panitera membayarkan denda dengan harapan jangan mengulangi perbuatannya lagi. Karena kan tujuan ini keselamatan adalah hukum yang tertinggi. Untuk lokasi tertangkapnya saya lupa pastinya mana. Ada banyak sekali yang sidang karena setiap Polsek melimpahkan berkasnya ke PN,” pungkas Herdy dan https://motorvista.com/.

Operasi Yustisi Protokol Kesehatan COVID-19 telah berjalan selama dua minggu, mulai tanggal 14 hingga 28 September 2020. Dalam operasi ini, ada sanksi berupa denda yang kenakan kepada pelanggar prokes. Jatim, denda yang terkumpul mencapai Rp 838 juta lebih.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko memaparkan dari data selama dua Minggu, jumlah Operasi Yustisi yang lakukan mencapai 35.969 kegiatan. Dari sini, ada 19.385 masyarakat melanggar hukum yang terkena sanksi denda administrasi.

“Untuk masyarakat pelanggar protokol kesehatan yang terkena sanksi denda administrasi ada 19.385 orang dengan nilai denda Rp 838.426.000,” kata Truno kepada detikcom Surabaya, Selasa (29/9/2020).

Comments are closed.