Tips Mengatur Keuangan Keluarga Bergaji Rp5 Juta

Tips Mengatur Keuangan Keluarga Bergaji Rp5 Juta

Tips Mengatur Keuangan Keluarga Bergaji Rp5 Juta

Tips Mengatur Keuangan Keluarga Bergaji Rp5 Juta,- Buat kalian yang berencana berumah tangga atau menikah di usia muda, namun pendapatan baru Rp 5 Juta per bulan jangan takut dan berkecil hati. Anda tetap bisa mengatur keuangan buat masa depan keluarga meskipun gaji tergolong kecil dan belum memiliki rumah sendiri.

Namun bukan berarti Anda dengan gaji Rp5 juta sama sekali tidak bisa memenuhi tujuan di masa depan, dan tidak berarti harus hidup dengan utang. Melansir dari laman https://maxbetresmi.com, Dengan penghasilan bersih Rp5 juta per bulan, Anda bisa kok mencicil untuk DP rumah dan investasi.

1. Gunakan sistem zero budgeting untuk mengatur pengeluaran bulanan dan tahunan

Tidak dipungkiri bahwa besarnya pengeluaran akan menentukan segalanya, mulai dari standar hidup saat ini, perkiraan hidup di masa tua, hingga besarnya uang pertanggungan asuransi yang kita butuhkan.

Catatlah pengeluaran Anda sedetail mungkin. Gunakanlah metode zero budgeting. Intinya, ketika Anda menerima gaji bulanan, harus langsung “menghabiskannya”.

2. Tidak perlu menambah utang yang bersifat konsumtif

Utang konsumtif hanya akan menambah pengeluaran pasif Anda serta mengurangi jumlah kekayaan bersih. Tidak ada salahnya untuk berutang, asalkan utang yang Anda miliki adalah utang produktif.

Beberapa contoh utang produktif adalah, utang pembelian aset yang tak mengalami depresiasi harga seperti rumah atau logam mulia, maupun utang untuk modal usaha. Pastikan juga bahwa cicilan utang yang harus dibayarkan setiap bulan, tidak melebihi 35 persen dari penghasilan Anda.

Bila Anda memutuskan untuk membeli rumah secara kredit, tempatilah rumah tersebut agar rumah baru yang Anda beli menjadi lebih terawat. Pengeluaran kos bisa dialihkan ke cicilan rumah.

3. Tambah penghasilan bulanan

Kalau Anda merasa sulit mengerem pengeluaran maka ada baiknya untuk menambah penghasilan agar potensi surplus nilai kas bersih menjadi lebih tinggi. Ada dua cara menambah penghasilan bulanan yang harus Anda ketahui.

Dengan cara pasif yaitu berinvestasi di instrumen pendapatan tetap lewat setoran dana lump sum (sekali bayar) dalam jumlah besar. Akan tetapi, hal ini tentu bisa mengurangi aset lancar seperti tabungan, kas, dan setara kas yang dimiliki.

4. Pastikan besaran tabungan dan investasi minimal 10 persen dari pemasukan

Nilai rasio menabung yang ideal dalam perencanaan keuangan adalah 10 persen dari total pemasukan bulanan. Bila pemasukan Anda adalah Rp5 juta, maka usahakan agar besaran tabungan Anda minimal Rp500 ribu. Lebih dari itu tentu akan sangat baik.

Meski demikian, Anda harus memastikan juga agar penempatan dana sebesar Rp 500 ribu yang Anda investasikan, penempatannya sudah benar. Berikut adalah deretan prioritas keuangan yang harus Anda capai dalam waktu dekat.

Tabungan dana darurat

Dana darurat adalah dana yang berguna untuk meng-cover biaya hidup kita di saat kita kehilangan pendapatan. Dana darurat menjadi kebutuhan proteksi keuangan pertama bagi siapapun, baik yang sudah menikah atau belum.

Dari total pengeluaran Anda di metode zero budgeting yang sebesar Rp5 juta, Anda bisa mendata pengeluaran mana yang sifatnya “wajib dipenuhi” untuk dipenuhi setiap bulan. Anda pun bisa mencoret tiga jenis pengeluaran yang sifatnya belum menjadi prioritas saat Anda kehilangan penghasilan, pengeluaran itu adalah investasi dan tabungan, nafkah istri, dan hiburan.

5. Hitung kebutuhan uang pertanggungan asuransi Jiwa

Bila sudah memiliki BPJS atau asuransi kesehatan dari perusahaan tempat Anda bekerja, maka milikilah asuransi jiwa untuk memitigasi risiko hilangnya penghasilan bulanan karena ketidakmampuan tulang punggung keluarga dalam mencari nafkah. Ketidakmampuan yang dimaksud adalah cacat tetap total dan meninggal dunia.

Dari perhitungan kebutuhan dana darurat per bulan di atas, Anda bisa mengetahui kebutuhan total uang pertanggungan (UP) asuransi jiwa yang semestinya Anda miliki. Lewat perhitungan di kalkulator UP Lifepal, dengan pengeluaran Rp3,45 juta per bulan maka kebutuhan UP untuk 20 tahun adalah Rp1,23 miliar.

6. Penuhi kebutuhan jangka pendek dan panjang dengan gunakan prioritas

Cari tahu dan buatlah daftar tujuan-tujuan jangka pendek Anda, beserta dana yang dibutuhkan untuk merealisasikan tujuan itu. Jangan lupa pula untuk mencantumkan jangka waktu untuk merealisasikan tujuan tersebut.

Membayar DP rumah

Untuk mengumpulkan dana Rp37,5 juta, dia harus melakukan investasi lump sum sebesar Rp25 juta ke salah satu instrumen reksa dana pendapatan tetap, dan mengangsur Rp300 ribu per bulan.

Memasuki bulan ke 23, dana yang disimpan di reksa dana pendapatan tetap akan berkembang jadi 37.500.000 jika imbal hasil investasi sukses memberikan keuntungan 9 persen per tahun.

Persiapan kelahiran anak

Investasi untuk tujuan ini dilakukan dengan dua termin guna mempercepat prosesnya. Pertama, dia harus melakukan investasi lump sum sebesar Rp5 juta, dan mengangsur Rp200 ribu selama setahun. Besaran Rp200 ribu dipilih lantaran, dari total pengeluaran investasi sebesar Rp500 ribu, dia sudah mengalokasikan Rp300 ribu untuk DP rumah.

Jika imbal hasil dari instrumen investasi yang dipilih sukses memberikan keuntungan 9 persen per tahun, modal awal yang sebesar Rp5 juta dan angsuran Rp200 akan berkembang jadi Rp7.970.000.

Memasuki tahun kedua, kebutuhan dana untuk DP rumah terbayar. Dia pun bisa menambah angsuran dana sebesar Rp400 ribu untuk persiapan kelahiran anaknya. Jika imbal hasil 9 persen per tahun terealisasi, maka di bulan ke-23, dana tersebut sudah terkumpul Rp 20 juta.

Tujuan jangka panjang

Jangan pernah lupakan tujuan jangka panjang Anda. Beberapa hal penting yang harus ada dalam bucket list jangka panjang Anda antara lain adalah, pendidikan anak dari SD hingga ke perguruan tinggi, serta dana pensiun.

Lalu bagaimana cara berinvestasi untuk jangka panjang dengan asumsi dalam 3 tahun ke depan tujuan jangka pendek Anda sudah terpenuhi, tapi pengeluaran investasi Anda masih sama yaitu Rp500 ribu karena tidak ada kenaikan penghasilan?

Sebelum Anda berinvestasi, tentukanlah terlebih dulu “tujuan mana yang jadi prioritas.” Apabila anak pertama Anda sudah lahir, maka biaya pendidikan anaklah yang utama.

Maksimalkan pengeluaran investasi Anda untuk kebutuhan biaya pendidikan terlebih dulu. Setelah penghasilan Anda meningkat, Anda pun sudah bisa untuk menyisihkan uang untuk kebutuhan dana pensiun.

7. Lakukan pemeriksaan kesehatan finansial secara rutin

Memeriksa kesehatan keuangan sama halnya dengan memeriksa kesehatan tubuh kita. Hal itu juga bukan merupakan hal yang sulit dilakukan.

Ada beberapa rasio-rasio yang bisa digunakan untuk mengukur kesehatan seseorang atau keluarga seperti yang tercantum di atas. Anda pun bisa menggunakan fitur Cek Kesehatan Keuangan di situs Lifepal untuk mengetahui kondisi keuangan saat ini.

***

Demikianlah kiat perencanaan keuangan bagi seorang bergaji Rp5 juta. Seperti yang dijelaskan di atas, penghasilan bulanan Rp 5 juta memang masih di atas UMP DKI, akan tetapi salah dalam menentukan prioritas justru bisa memperburuk kondisi keuangan Anda.

Comments are closed.