Tunjangan Prestasi TNI AL dan Bakamla

Tunjangan Prestasi TNI AL dan Bakamla

Tunjangan Prestasi TNI AL dan Bakamla

Tunjangan Prestasi TNI AL dan Bakamla, – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan, mendukung adanya Ekosistem Logistik Nasional (National Logistic Ecosystem/NLE) yang nantinya dapat memangkas prosedur. Dan biaya logistik di Indonesia.

Terdapat beberapa catatan khusus yang dirinya berikan. Seperti implementasi transaksi dari 17 layanan menjadi 1, efisiensi lego jangkar hingga permasalahan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Kendati yang tak kalah penting, Luhut meminta agar para petugas yang berjaga di lingkup ekosistem logistik bisa mendapatkan tunjangan.

“Semua jajaran darat, laut, Bea Cukai, Polisi itu ada duitnya. Yang tidak ada duitnya itu Bakamla, Angkatan Laut, yang menangkap penyelundupan minyak, ganja, segala macam, 50 persen diatur dikembalikan ke pada mereka jadi tunjangan prestasi,” ujar Luhut dalam konferensi pers virtual, Kamis.

Alasannya, jika para petugas tersebut diberi tunjangan, diharapkan mereka tidak akan menerima dana-dana sogokan. Dan penyelundup sehingga kinerja pengawasan yang dilakukan bisa semakin ketat.

Dilansir dari laman IDN Poker 88 Asia, Luhut bilang pihaknya telah mengajukan usulan ini dan prosesnya sudah sampai ke Kementerian Keuangan. Diharapkan, usulan ini bisa segera dipelajari agar tahun ini bisa dilaksanakan.

“Saya mohon itu dipelajari dan kalau bisa tahun ini bisa dikeluarkan karena operasi ini sekarang sudah jalan,” kata Luhut.

Luhut juga mengungkapkan keinginannya untuk membenahi perkapalan, misalnya di Bintan. Pihaknya akan berinvestasi untuk pembersihan limbah tank cleaning di lego jangkar. Nilainya sekitar Rp 5 triliun. Kemudian, pihaknya akan mengerahkan kapal AL dan Bakamla untuk menyergap kapal-kapal yang buang sampah sembarangan.

Lalu untuk di Batam, mantan anggota Kopassus ini ingin agar Pelabuhan Batu Ampar di Batam bisa jadi green port pertama yang menerapkan NLE.

“Kita juga ingin Batam ini jadi contoh green port pertama di Indonesia, Pelabuhan Batu Ampar itu, supaya nanti kita juga bisa sama dengan Singapura. Jadi jangan dilecehkan,” ujar Luhut.

Luhut Ingin Batu Ampar Jadi Green Port agar Indonesia Tak Dilecehkan

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan rencana pemerintah menjadikan Pelabuhan Batu Ampar di Batam menjadi green port percontohan yang menerapkan ekosistem logistik nasional (National Logistic Ecosystem/NLE).

Luhut mengaku akan mengunjungi Batu Ampar untuk meninjau ekosistem logistik, yang awalnya terdiri dari 17 transaksi layanan yang kemudian diefisiensikan dalam NLE menjadi 1 transaksi saja.

“Kita juga ingin Batam ini jadi contoh green port pertama di Indonesia, Pelabuhan Batu Ampar itu, supaya nanti kita juga bisa sama dengan Singapura. Jadi jangan dilecehkan,” kata Luhut dalam Konferensi Pers Bersama Ekosistem Logistik Nasional secara daring, Kamis.

Selain memastikan implementasi dari proses penyederhanaan transaksi berjalan dengan baik, Luhut juga memberi catatan lain terkait NLE ini.

Diantaranya, soal pengawasan lego jangkar, dimana pihaknya tengah merancang agar petugas mendapatkan insentif dari prestasi menangkap para penyelundup.

“Semua jajaran darat, laut, Bea Cukai, Polisi, Bakamla, Angkatan Laut, yang menangkap penyelundupan minyak, ganja, segala macam, 50 persen diatur dikembalikan ke pada mereka jadi tunjangan prestasi,” ujarnya.

Diharapkan, pemberian insentif tersebut bisa mengurangi risiko para petugas menerima dana-dana sogokan dari penyelundup-penyelundup.

Luhut bilang pihaknya telah mengajukan usulan ini. Dan prosesnya sudah sampai ke Kementerian Keuangan serta bisa diharapkan bisa segera dipelajari agar tahun ini bisa dilaksanakan.

Hal yang tak kalah penting ialah permasalahan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Menurut Luhut, harus ada kesepakatan dengan buruh gendong agar mereka tetap bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan.

Seluruh pihak harus bisa bekerjasama untuk mewujudkan NLE agar berdampak pada ekonomi nasional.

“Karena ini akan membawa penerimaan negara juga Rp 1,5 triliun, paling tidak hanya dari ini saja. Dan di Batam sendiri akan berdampak investasi sebesar Rp 5 triliun,” ujarnya.

Comments are closed.