Wapres: Ekonomi Kerakyatan Syariah

Wapres: Ekonomi Kerakyatan Syariah

Wapres: Ekonomi Kerakyatan Syariah

Wapres: Ekonomi Kerakyatan Syariah, – Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengatakan, pandemik COVID-19 memberikan dampak yang sangat serius di berbagai sektor, termasuk dunia usaha. Meski pun banyak usaha besar yang tumbang, ekonomi kerakyatan syariah justru bisa bertahan di masa pandemik ini.

Hal tersebut disampaikan Ma’ruf saat mengisi acara Dialog Spesial Indonesia Bicara dengan tema Optimalisasi Kontribusi Ekonomi dan Perbankan Syariah di Era New Normal melalui video conference di kediaman resmi wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat.

“Ekonomi kerakyatan (syariah) yang justru dalam masa pandemik ini mereka bisa hidup, bisa jalan. Ketika usaha-usaha besar itu terhenti, mereka yang jalan,” kata Maruf melalui keterangan tertulisnya, Jumat.

Sejumlah perusahaan berbasis ekonomi kerakyatan syariah tumbuh di masa pandemik COVID-19

Wapres mencontohkan, ekonomi kerakyatan syariah yang masih bertahan di masa pandemik ini, antara lain bank wakaf mikro, koperasi syariah, dan Baitul Maal wat Tamwil atau Badan Usaha Mandiri Terpadu (BMT), di mana sekarang mulai banyak tumbuh di masyarakat.

Ia pun berharap, stimulus yang diberikan pemerintah dapat mendorong lembaga-lembaga tersebut untuk terus mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

“Ekonomi syariah juga terimbas pandemik COVID-19, namun dari laporan mereka masih bisa menggeliat. Karena itu dalam rangka upaya pemulihan ekonomi nasional, diharapkan mereka juga memanfaatkan stimulus yang diberikan pemerintah untuk mengembangkannya,” ujarnya.

Pemerintah bentuk KNEKS sebagai bentuk dukungan untuk ekonomi syariah

Sebagai komitmen terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, kata Ma’ruf, pemerintah telah membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) melalui Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2020.

“Komitmen pemerintah untuk mengembangkan ekonomi syariah ini, yang kita sedang perkuat itu kelembagaannya. Kenapa? Karena kita tidak hanya berkutat pada masalah keuangan saja tapi masalah ekonomi,” katanya.

Wapres berharap Indonesia bisa menjadi pusat keuangan syariah

Mantan Rais Aam NU itu juga berharap bahwa Indonesia dapat menjadi pusat keuangan syariah. Salah satu penguatan yang akan dilakukan adalah dengan menggabungkan perbankan syariah BUMN agar menjadi bank syariah besar.

“Sekarang memang dirancang bagaimana menggabungkan perbankan syariah yang BUMN menjadi bank besar supaya lebih bisa mengembangkan sayapnya, melayani proyek-proyek besar, atau kegiatan ekonomi yang lebih besar,” tuturnya.

Wapres sebut tantangan yang dihadapi ekonomi syariah adalah permodalan

Wapres pun mengingatkan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dalam hal permodalan, tenaga pengelola dan teknologi.

“Tantangan yang dihadapi itu sementara ini kan tentu permodalan, saya kira itu masalah selama ini yang dihadapi oleh perbankan itu masih dia hidup dengan dana mahal. Karena itu yang harus digalakkan itu dana-dana murah ini,” ujarnya.

Comments are closed.